close
Lompat ke isi

Verisimilitude

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Verisimilitude
Informasi umum
NamaVerisimilitude
Nama lainKedekatan terhadap kebenaran
BidangFilsafat ilmu, epistemologi
Konsep
Informasi tambahan

Verisimilitude (dari bahasa Latin veri similis, yang berarti "menyerupai kebenaran"), atau kedekatan terhadap kebenaran, adalah konsep dalam filsafat ilmu yang mengacu pada sejauh mana suatu teori, hipotesis, atau pernyataan mendekati kebenaran, meskipun tidak sepenuhnya benar. Konsep ini digunakan untuk menjelaskan bagaimana ilmu pengetahuan dapat mengalami kemajuan melalui pengembangan teori-teori yang semakin akurat dalam menggambarkan realitas, walaupun teori tersebut mungkin akhirnya digantikan oleh teori yang lebih baik.[1]

Konsep verisimilitude menjadi salah satu pembahasan penting dalam filsafat ilmu modern setelah diperkenalkan secara sistematis oleh filsuf Karl Popper pada dekade 1960-an. Popper berpendapat bahwa teori ilmiah tidak pernah dapat dibuktikan benar secara mutlak, tetapi dapat dibandingkan berdasarkan tingkat kedekatannya dengan kebenaran.[2]

Etimologi

[sunting | sunting sumber]

Istilah verisimilitude berasal dari bahasa Latin veri ("kebenaran") dan similis ("serupa" atau "mirip"). Dalam bahasa Inggris, istilah ini sering diterjemahkan sebagai truthlikeness atau truth approximation, sedangkan dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai kedekatan terhadap kebenaran atau kemiripan terhadap kebenaran.[3]

Walaupun gagasan mengenai pendekatan terhadap kebenaran telah dibahas sejak zaman filsafat Yunani Kuno, konsep modern mengenai verisimilitude berkembang terutama melalui karya Karl Popper. Menurut Popper, ilmu pengetahuan berkembang melalui proses dugaan (conjectures) dan penyangkalan (refutations). Ketika suatu teori berhasil menjelaskan lebih banyak fenomena dibanding teori sebelumnya dan bertahan dari berbagai pengujian empiris, teori tersebut dianggap memiliki tingkat verisimilitude yang lebih tinggi.[4]

Setelah Popper, sejumlah filsuf seperti Pavel Tichý, David Miller, Theo Kuipers, dan Ilkka Niiniluoto mengembangkan berbagai pendekatan matematis maupun logis untuk mengukur tingkat kedekatan suatu teori terhadap kebenaran.[5]

Dalam filsafat ilmu

[sunting | sunting sumber]

Verisimilitude digunakan untuk menjelaskan bagaimana teori ilmiah dapat dikatakan mengalami kemajuan tanpa harus dianggap benar secara absolut. Sebagai contoh, teori gravitasi Isaac Newton mampu menjelaskan berbagai fenomena fisika dengan sangat baik, tetapi kemudian diketahui tidak sepenuhnya akurat setelah munculnya teori relativitas umum karya Albert Einstein. Meskipun demikian, teori Newton tetap dianggap memiliki tingkat verisimilitude yang tinggi karena berhasil menggambarkan banyak aspek realitas secara tepat dalam berbagai kondisi.[6]

Konsep ini menjadi penting karena memungkinkan para filsuf menjelaskan kemajuan ilmu pengetahuan tanpa mengharuskan setiap teori lama dianggap sepenuhnya salah.

Konsep verisimilitude Popper mendapat kritik dari sejumlah filsuf. Pada tahun 1974, Pavel Tichý dan David Miller secara independen menunjukkan bahwa definisi formal Popper mengenai verisimilitude mengandung masalah logis sehingga tidak dapat digunakan sebagai ukuran yang konsisten terhadap kedekatan suatu teori dengan kebenaran.

Sebagai tanggapan, berbagai definisi alternatif dikembangkan, termasuk pendekatan berbasis probabilitas, teori model, dan ukuran semantik yang mencoba memberikan landasan matematis yang lebih kuat bagi konsep tersebut.[7]

Dalam sastra

[sunting | sunting sumber]

Di luar filsafat ilmu, istilah verisimilitude juga digunakan dalam sastra, film, dan teater untuk menggambarkan tingkat keterpercayaan atau kesan realistis suatu karya fiksi. Sebuah cerita tidak harus benar-benar nyata, tetapi harus cukup konsisten sehingga pembaca atau penonton menganggapnya masuk akal dalam konteks dunia yang dibangun oleh karya tersebut.[8]

Konsep ini banyak digunakan dalam kritik sastra untuk menilai kualitas pembangunan dunia (world-building), karakter, alur cerita, maupun dialog.

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. "Verisimilitude". Stanford Encyclopedia of Philosophy. Diakses tanggal 20 Juli 2026.
  2. Popper, Karl R. (1963). Conjectures and Refutations: The Growth of Scientific Knowledge. Routledge. ISBN 9780415285940.
  3. "Truthlikeness". Encyclopædia Britannica. Diakses tanggal 20 Juli 2026.
  4. Popper, Karl R. (1972). Objective Knowledge: An Evolutionary Approach. Oxford University Press.
  5. "Verisimilitude". Stanford Encyclopedia of Philosophy. Diakses tanggal 20 Juli 2026.
  6. "Truthlikeness". Encyclopædia Britannica. Diakses tanggal 20 Juli 2026.
  7. "Verisimilitude". Stanford Encyclopedia of Philosophy. Diakses tanggal 20 Juli 2026.
  8. "Verisimilitude". Encyclopædia Britannica. Diakses tanggal 20 Juli 2026.