close
Lompat ke isi

Formasi Painten

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Formasi Painten
Jangkauan stratigrafi: Tithonium awal
~150–148 jtyl
JenisFormasi
Sub-unitAnggota Öchselberg
Garis bawahFormasi Mörnsheim
Garis atasFormasi Torleite
Litologi
UtamaGamping
Lain-lainBatu lempung
Location
Koordinat48°54′N 11°36′E / 48.9°N 11.6°E / 48.9; 11.6
Prakiraan paleokoordinat40°12′N 19°36′E / 40.2°N 19.6°E / 40.2; 19.6
KawasanBavaria
NegaraJerman
Bagian tipe
Mengambil nama dariPainten, di dekat Kelheim
Formasi Painten di Jerman
Formasi Painten
Formasi Painten (Jerman)

Formasi Painten (bahasa Jerman: Painten-Formation) adalah sebuah formasi geologi dari Jura Akhir di Bayern, Jerman selatan, yang merupakan bagian dari Grup Weißjura di Frankenalb. Formasi ini tersusun terutama atas batu gamping berbutir halus dan Plattenkalk, serta termasuk dalam rangkaian endapan fosil terkenal yang secara historis sering dikelompokkan secara longgar sebagai "batu gamping Solnhofen".[1]

Formasi ini dinamai dari kota kecil Painten di dekat Kelheim. Singkapannya dikenal dari beberapa wilayah di bagian selatan Frankenalb, antara lain sekitar Painten, Schamhaupten, Jachenhausen, dan Öchselberg. Secara biostratigrafi, bagian bawah Formasi Painten mencakup lapisan yang berada sangat dekat dengan batas KimmeridgiumTithonium, sementara bagian yang lebih tinggi mencapai Tithonium Awal.[2][3]

Formasi Painten terkenal karena menghasilkan fosil yang terawetkan sangat baik, termasuk dinosaurus kecil Juravenator, paravian Ostromia, dan salah satu spesimen tertua Archaeopteryx. Situs Schamhaupten sendiri merupakan sebuah Lagerstätte dengan lebih dari 200 takson yang telah dibedakan.[4]

Stratigrafi

[sunting | sunting sumber]

Formasi Painten termasuk dalam Grup Weißjura, satuan karbonat Jura Akhir yang tersebar luas di Frankenalb dan Schwäbische Alb. Sistem litostratigrafi modern untuk daerah ini dirumuskan secara rinci oleh Birgit Niebuhr dan Thomas Pürner pada 2014, menggantikan sebagian penggunaan lama pembagian "Malm" dengan huruf Yunani yang berasal dari klasifikasi regional abad ke-19.[1]

Dalam nomenklatur lama, sebagian besar Formasi Painten ditempatkan dalam Malm ζ1 (Malm Zeta 1). Formasi tersebut secara umum berada di atas satuan-satuan Kimmeridgium Akhir, termasuk bagian dari Formasi Torleite, dan secara lateral maupun vertikal berhubungan erat dengan Formasi Altmühltal yang lebih terkenal di daerah Eichstätt–Solnhofen.[1]

Formasi Altmühltal mencakup "batu gamping Solnhofen" dalam pengertian litostratigrafis yang lebih sempit. Formasi Painten merupakan ekuivalen timur dari sebagian rangkaian tersebut, sedangkan Formasi Mörnsheim mengendap kemudian dan menindih endapan sejenis di sebagian wilayah.[3]

Umur Formasi Painten tidak tepat bila diringkas hanya sebagai "Tithonium Awal". Bagian terbawahnya di Schamhaupten dan Öchselberg berada pada atau sangat dekat dengan batas Kimmeridgium–Tithonium.[2]

Lapisan Schamhaupten yang menghasilkan Juravenator ditempatkan pada Zona amonit Hybonoticeras beckeri, Subzona Lithacoceras ulmense, dan secara tradisional dianggap sebagai Kimmeridgium paling akhir.[5] Sebaliknya, endapan di Jachenhausen yang menghasilkan Ostromia ditempatkan pada Tithonium Awal.[6]

Karena itu, Formasi Painten secara keseluruhan paling aman dipandang mencakup interval Kimmeridgium paling akhir hingga Tithonium Awal.

Litologi utama Formasi Painten adalah batu gamping halus yang sering membentuk lapisan tipis dan berlaminasi atau Plattenkalk. Beberapa bagian mengalami silisifikasi kuat sehingga menghasilkan Kieselplattenkalk, yakni batu gamping berlapis yang kaya silika.[4]

Endapan Schamhaupten terdiri atas batu gamping berlaminasi yang sangat tersilisifikasi. Viohl dan Zapp membedakan dua tipe dasar lapisan di sana: batuan yang terbentuk melalui pengikatan sedimen halus dan lapisan karbonat detrital. Fosil terartikulasi paling sering ditemukan pada lapisan halus, sedangkan endapan detrital lebih sering mengandung cangkang atau bagian kerangka yang terpisah.[4]

Variasi kandungan silika, lumpur karbonat, dan ketebalan lapisan antara cekungan-cekungan di Frankenalb menunjukkan bahwa istilah umum "Solnhofen limestone" mencakup sejumlah lingkungan pengendapan lokal yang tidak identik satu sama lain.[7]

Paleogeografi dan lingkungan pengendapan

[sunting | sunting sumber]

Pada Jura Akhir, Jerman selatan berada di tepian barat laut Samudra Tethys dan ditutupi laut dangkal tropis. Wilayah Frankenalb terdiri atas kompleks platform karbonat, terumbu spons dan mikrobial, pulau-pulau kecil, serta cekungan laut dangkal yang relatif terlindung.[8]

Plattenkalk terbentuk di cekungan-cekungan lokal yang dalam literatur Jerman disebut Wannen. Cekungan tersebut sebagian dipisahkan dari laut terbuka oleh bioherm spons, terumbu, dan penghalang karbonat. Sirkulasi air yang terbatas dapat menghasilkan kondisi miskin oksigen di dasar, sementara air permukaan tetap terhubung dengan laut terbuka.[7]

Lingkungan semacam itu sangat mendukung pengawetan fosil. Bangkai yang tenggelam ke dasar dapat terhindar dari sebagian besar pemakan bangkai dan bioturbasi. Endapan lumpur karbonat halus kemudian merekam kerangka dalam keadaan terartikulasi dan, pada beberapa fosil, juga jejak jaringan lunak.[4]

Kelimpahan tumbuhan darat dan vertebrata darat di cekungan timur Kepulauan Solnhofen menunjukkan adanya pulau atau daratan yang relatif dekat. Foth dan Rauhut mengusulkan bahwa wilayah Painten, Schamhaupten, dan Jachenhausen menerima pengaruh terestrial lebih kuat daripada cekungan-cekungan barat seperti Eichstätt dan Solnhofen.[6]

Hubungan dengan batu gamping Solnhofen

[sunting | sunting sumber]

Istilah batu gamping Solnhofen memiliki dua penggunaan. Dalam penggunaan populer dan paleontologis, istilah tersebut sering mencakup keseluruhan Plattenkalk fosiliferus Jura Akhir dari Frankenalb. Dalam nomenklatur litostratigrafi modern, batu gamping Solnhofen dalam arti sempit terutama berada di dalam Formasi Altmühltal.[1]

Karena itu, fosil dari Formasi Painten sering disebut sebagai bagian dari "biota Solnhofen" atau "Kepulauan Solnhofen", tetapi batuan tempat fosil tersebut ditemukan tidak selalu merupakan Formasi Altmühltal atau "Solnhofen Limestone" sensu stricto.[3]

Formasi Painten juga penting karena memperpanjang catatan ekosistem Plattenkalk ke bagian yang lebih tua dan lebih timur dari kompleks tersebut, termasuk interval di sekitar batas Kimmeridgium–Tithonium.

Situs utama

[sunting | sunting sumber]

Schamhaupten

[sunting | sunting sumber]

Tambang Stark di Schamhaupten merupakan salah satu situs paling penting dalam Formasi Painten. Endapan tersilisifikasi di lokasi ini telah menghasilkan lebih dari 200 takson, termasuk plankton, cephalopoda, ikan, reptil laut, tumbuhan darat, dan hewan darat.[4]

Fosil paling terkenal dari Schamhaupten adalah holotipe Juravenator starki, dinosaurus theropoda kecil yang ditemukan pada 1998. Spesimen tersebut merupakan kerangka juvenil yang hampir lengkap dan mempertahankan jaringan lunak.[5]

Schamhaupten juga menghasilkan spesimen ke-12 Archaeopteryx, yang ditemukan di Tambang Gerstner. Spesimen ini berasal dari Anggota Öchselberg pada bagian paling bawah Formasi Painten dan berumur sangat dekat dengan batas Kimmeridgium–Tithonium, sehingga merupakan salah satu spesimen Archaeopteryx tertua yang diketahui.[2]

Jachenhausen

[sunting | sunting sumber]

Endapan berlaminasi Tithonium Awal di Jachenhausen, dekat Riedenburg, termasuk Formasi Painten. Situs ini merupakan asal holotipe Ostromia crassipes, spesimen yang selama lebih dari satu abad diklasifikasikan sebagai Archaeopteryx sebelum Foth dan Rauhut pada 2017 menempatkannya dalam genus tersendiri yang berkerabat dengan anchiornithid Asia.[6]

Spesimen Jerman Compsognathus longipes juga mungkin berasal dari Jachenhausen. Namun lokasi penemuannya tidak tercatat dengan pasti; sumber alternatif menempatkannya di wilayah Riedenburg–Kelheim. Karena itu, atribusi Compsognathus secara pasti kepada Formasi Painten tetap bersifat tentatif.[9]

Kandungan fosil

[sunting | sunting sumber]

Daftar berikut memuat takson yang didokumentasikan dari lapisan yang dalam literatur primer ditempatkan di Formasi Painten, terutama Schamhaupten dan Jachenhausen. Daftar ini tidak dimaksudkan sebagai daftar lengkap.

Dinosaurus dan paravian

[sunting | sunting sumber]
Takson Lokasi Keterangan
Juravenator starkiSchamhauptenTheropoda kecil; holotipe hampir lengkap dan juvenil.[5]
Archaeopteryx sp.SchamhauptenSpesimen ke-12 atau "spesimen Schamhaupten"; dari bagian terbawah Formasi Painten.[2]
Ostromia crassipesJachenhausenParavian kecil; dahulu dianggap sebagai spesimen Archaeopteryx.[6]
?Compsognathus longipesJachenhausen atau Riedenburg–KelheimAtribusi ke Formasi Painten tidak pasti karena lokasi temuan asli tidak diketahui.[9]

Fauna ikan Schamhaupten mencakup takson laut dan nektonik yang sangat beragam. Sebagian merupakan spesies yang pertama kali dideskripsikan dari lokasi tersebut.

Takson Kelompok Keterangan
Paracestracion viohliHeterodontiformesHiu kepala banteng punah; diketahui dari spesimen Schamhaupten.[10]
Anaethalion zapporumElopiformesDideskripsikan dari Kimmeridgium Schamhaupten.[11]
Ascalabothrissops voelkliIchthyodectiformesTakson teleostei yang holotipenya berasal dari Schamhaupten.[11]
Scheenstia zappiGinglymodiDiketahui dari satu spesimen yang sangat lengkap.[12]
Voelklichthys comitatusMacrosemiiformesDideskripsikan dari spesimen yang ditemukan berasosiasi dengan fauna Schamhaupten.[13]

Selain itu, Schamhaupten menghasilkan banyak ikan lain, termasuk berbagai teleostei, ginglymodian, coelacanth, serta ikan bertulang rawan.[4]

Reptil lain

[sunting | sunting sumber]

Situs Schamhaupten menghasilkan rhynchocephalian, penyu, buaya laut thalattosuchian, dan reptil laut lain. Penyu Solnhofia parsonsi diketahui dari spesimen Schamhaupten yang posisi stratigrafinya dapat ditentukan dengan baik.[7]

Sisa-sisa reptil laut menunjukkan bahwa cekungan ini mempunyai hubungan dengan laut terbuka, sedangkan fosil dinosaurus, lepidosaur, dan tumbuhan darat menunjukkan kedekatan dengan pulau atau daratan.[4]

Invertebrata dan tumbuhan

[sunting | sunting sumber]

Fosil invertebrata dari Schamhaupten mencakup radiolaria, foraminifera, spons, bryozoa, brakiopoda, bivalvia, gastropoda, krustasea, bulu babi, krinoid, amonit, dan coleoid. Krinoid planktonik Saccocoma termasuk unsur laut yang umum dalam endapan Plattenkalk Jura Akhir.[4]

Tumbuhan darat juga cukup melimpah. Viohl dan Zapp menafsirkan organisme pelagik sebagai komponen yang hidup di cekungan atau laut sekitarnya, sedangkan organisme bentik tertentu serta tumbuhan dan hewan darat umumnya terbawa dari habitat lain ke dalam cekungan pengendapan.[4]

Painten sebagai lokasi dan sebagai formasi

[sunting | sunting sumber]

Dalam literatur paleontologi, istilah "Painten" dapat merujuk pada kota, cekungan Painten (Paintener Wanne), kompleks tambang di dekat kota, atau Formasi Painten secara formal. Keempat pengertian tersebut tidak selalu sama.

Tambang Rygol sekitar 2 km timur laut Painten, misalnya, menyingkap beberapa satuan stratigrafi. Lapisan bawah berupa Kieselplattenkalk setebal sekitar 5,9 meter yang menghasilkan sejumlah fosil spektakuler kini ditempatkan dalam Anggota Arnstorf dari Formasi Torleite, bukan Formasi Painten.[7]

Fosil dari lapisan tersebut mencakup Sciurumimus albersdoerferi, salah satu spesimen Pterodactylus antiquus tertua, dan pterosaurus transisional Propterodactylus frankerlae.[7][14] Karena fosil tersebut ditemukan "di Painten", beberapa sumber sekunder mengaitkannya dengan Formasi Painten. Klasifikasi litostratigrafi modern, bagaimanapun, memisahkan lapisan bawah tersebut dari Formasi Painten.

Lapisan yang lebih tinggi di kompleks Painten berada dalam Formasi Painten dan secara umum lebih muda, mendekati umur endapan Tithonium Awal di Eichstätt dan Solnhofen.[15]

Signifikansi paleontologis

[sunting | sunting sumber]

Formasi Painten penting karena merekam salah satu tahap awal rangkaian biota Plattenkalk yang terkenal di Jerman selatan. Formasi ini membantu menunjukkan bahwa kondisi pengawetan luar biasa tidak terbatas pada batu gamping Solnhofen sensu stricto.

Fosil Juravenator memberikan informasi langka mengenai anatomi dan jaringan lunak dinosaurus theropoda kecil Eropa. Spesimen Schamhaupten Archaeopteryx memperluas catatan genus tersebut ke interval yang sedikit lebih tua daripada sebagian besar spesimen Eichstätt–Solnhofen.[2]

Sementara itu, identifikasi Ostromia dari Jachenhausen menunjukkan bahwa paravian Jura Akhir di Eropa lebih beragam daripada yang dahulu diasumsikan ketika hampir semua spesimen kecil berbulu dari wilayah tersebut dimasukkan ke dalam Archaeopteryx.[6]

Fauna ikan Schamhaupten juga penting untuk memahami evolusi awal Teleostei dan kelompok neopterygian lain. Beberapa spesies yang dideskripsikan dari lokasi tersebut menjadi titik acuan dalam analisis filogenetik ikan Jura Akhir.[11][12]

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. 1 2 3 4 Niebuhr, Birgit; Pürner, Thomas (2014). "Plattenkalk und Frankendolomit – Lithostratigraphie der Weißjura-Gruppe der Frankenalb (außeralpiner Oberjura, Bayern)". Schriftenreihe der Deutschen Gesellschaft für Geowissenschaften. 83: 5–72. doi:10.1127/sdgg/83/2014/5.
  2. 1 2 3 4 5 Rauhut, Oliver W. M.; Foth, Christian; Tischlinger, Helmut (2018). "The oldest Archaeopteryx (Theropoda: Avialiae): a new specimen from the Kimmeridgian/Tithonian boundary of Schamhaupten, Bavaria". PeerJ. 6: e4191. doi:10.7717/peerj.4191. PMC 5788062. PMID 29383285.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link) Pemeliharaan CS1: nomor artikel sebagai nomor halaman (link)
  3. 1 2 3 Rauhut, Oliver W. M.; Tischlinger, Helmut; Foth, Christian (2019). "A non-archaeopterygid avialan theropod from the Late Jurassic of southern Germany". eLife. 8: e43789. doi:10.7554/eLife.43789. PMC 6516837. PMID 31084702.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link) Pemeliharaan CS1: nomor artikel sebagai nomor halaman (link)
  4. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Viohl, Günter; Zapp, Manfred (2007). "Schamhaupten, an outstanding Fossil-Lagerstätte in a silicified Plattenkalk around the Kimmeridgian–Tithonian boundary (Southern Franconian Alb, Bavaria)". Neues Jahrbuch für Geologie und Paläontologie - Abhandlungen. 245 (1): 127–142. doi:10.1127/0077-7749/2007/0245-0127.
  5. 1 2 3 Chiappe, Luis M.; Göhlich, Ursula B. (2010). "Anatomy of Juravenator starki (Theropoda: Coelurosauria) from the Late Jurassic of Germany". Neues Jahrbuch für Geologie und Paläontologie - Abhandlungen. 258 (3): 257–296. doi:10.1127/0077-7749/2010/0125.
  6. 1 2 3 4 5 Foth, Christian; Rauhut, Oliver W. M. (2017). "Re-evaluation of the Haarlem Archaeopteryx and the radiation of maniraptoran theropod dinosaurs". BMC Evolutionary Biology. 17: 236. doi:10.1186/s12862-017-1076-y. PMC 5712154. PMID 29197327.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  7. 1 2 3 4 5 Augustin, Felix J.; Rabi, Márton; Spindler, Frederik; Kampouridis, Panagiotis; Hartung, Josephina; Albersdörfer, Raimund; Matzke, Andreas T. (2023). "A new specimen of Solnhofia parsonsi from the Upper Jurassic (Kimmeridgian) Plattenkalk deposits of Painten (Bavaria, Germany) and comments on the relationship between limb taphonomy and habitat ecology in fossil turtles". PLOS ONE. 18 (7): e0287936. doi:10.1371/journal.pone.0287936.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link) Pemeliharaan CS1: nomor artikel sebagai nomor halaman (link)
  8. Schmid, Dieter U.; Leinfelder, Reinhold R.; Schweigert, Günter (2005). "Stratigraphy and Palaeoenvironments of the Upper Jurassic of Southern Germany – A Review". Zitteliana B. 26: 31–41.
  9. 1 2 Reisdorf, Achim G.; Wuttke, Michael (2012). "Re-evaluating Moodie's Opisthotonic-Posture Hypothesis in fossil vertebrates. Part I: Reptiles—the taphonomy of the bipedal dinosaurs Compsognathus longipes and Juravenator starki from the Solnhofen Archipelago (Jurassic, Germany)". Palaeobiodiversity and Palaeoenvironments. 92 (1): 119–168. doi:10.1007/s12549-011-0068-y.
  10. Kriwet, Jürgen (2008). "A new species of extinct bullhead sharks, Paracestracion viohli sp. nov. (Neoselachii, Heterodontiformes), from the Upper Jurassic of South Germany". Acta Geologica Polonica. 58 (2): 235–241.
  11. 1 2 3 Arratia, Gloria (2000). "Remarkable teleostean fishes from the Late Jurassic of southern Germany and their phylogenetic relationships". Fossil Record. 3 (1): 137–179. doi:10.1002/mmng.20000030108.
  12. 1 2 López-Arbarello, Adriana; Sferco, Emilia (2011). "New semionotiform (Actinopterygii: Neopterygii) from the Late Jurassic of southern Germany". Journal of Systematic Palaeontology. 9 (2): 197–215. doi:10.1080/14772019.2010.493751.
  13. Arratia, Gloria; Schultze, Hans-Peter (2012). "The macrosemiiform fish companion of the Late Jurassic theropod Juravenator from Schamhaupten, Bavaria, Germany". Fossil Record. 15 (1): 5–25. doi:10.1002/mmng.201100009.
  14. Spindler, Frederik (2024). "A pterosaurian connecting link from the Late Jurassic of Germany". Palaeontologia Electronica. 27 (2): a35. doi:10.26879/1366.
  15. Tischlinger, Helmut; Frey, Eberhard (2013). "A new pterosaur with mosaic characters of basal and pterodactyloid Pterosauria from the Upper Kimmeridgian of Painten (Upper Palatinate, Germany)". Archaeopteryx. 31: 1–13.

Bacaan lebih lanjut

[sunting | sunting sumber]
  • Niebuhr, Birgit; Pürner, Thomas (2014). "Plattenkalk und Frankendolomit – Lithostratigraphie der Weißjura-Gruppe der Frankenalb (außeralpiner Oberjura, Bayern)". Schriftenreihe der Deutschen Gesellschaft für Geowissenschaften. 83: 5–72. doi:10.1127/sdgg/83/2014/5.
  • Viohl, Günter; Zapp, Manfred (2007). "Schamhaupten, an outstanding Fossil-Lagerstätte in a silicified Plattenkalk around the Kimmeridgian–Tithonian boundary (Southern Franconian Alb, Bavaria)". Neues Jahrbuch für Geologie und Paläontologie - Abhandlungen. 245 (1): 127–142. doi:10.1127/0077-7749/2007/0245-0127.
  • Rauhut, Oliver W. M.; Foth, Christian; Tischlinger, Helmut (2018). "The oldest Archaeopteryx (Theropoda: Avialiae): a new specimen from the Kimmeridgian/Tithonian boundary of Schamhaupten, Bavaria". PeerJ. 6: e4191. doi:10.7717/peerj.4191.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link) Pemeliharaan CS1: nomor artikel sebagai nomor halaman (link)
  • Foth, Christian; Rauhut, Oliver W. M. (2017). "Re-evaluation of the Haarlem Archaeopteryx and the radiation of maniraptoran theropod dinosaurs". BMC Evolutionary Biology. 17: 236. doi:10.1186/s12862-017-1076-y.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]