close
Lompat ke isi

Ribavirin

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Ribavirin
Data klinis
Pengucapan/ˌrbəˈvrɪn/ RYE-bə-VYE-rin
Nama dagangCopegus, Rebetol, Virazole, other[1]
Nama lainTemplat:Infobox drug/localINNvariants
AHFS/Drugs.commonograph
MedlinePlusa605018
License data
Kategori
kehamilan
  • AU: X (Resiko tinggi)
    Rute
    pemberian
    Lewat mulut, larutan untuk dihirup
    Kode ATC
    Status hukum
    Status hukum
    Data farmakokinetika
    Bioavailabilitas64%[2]
    Pengikatan protein0%[2]
    MetabolismeHati dan intraselular[2]
    Waktu paruh eliminasi298 jam (beberapa dosis); 43,6 jam (satu dosis)[2]
    EkskresiUrin (61%), feses (12%)[2]
    Pengenal
    • 1-[(2R,3R,4S,5R)-3,4-dihydroxy-5-(hydroxymethyl)oxolan-2-yl]-1H-1,2,4-triazole-3-carboxamide
    Nomor CAS
    PubChem CID
    IUPHAR/BPS
    DrugBank
    ChemSpider
    UNII
    KEGG
    ChEMBL
    NIAID ChemDB
    Ligan PDB
    CompTox Dashboard (EPA)
    ECHA InfoCard100.164.587 Sunting di Wikidata
    Data sifat kimia dan fisik
    RumusC8H12N4O5
    Massa molar244.206 g/mol
    Model 3D (JSmol)
    • OC[C@@H](O1)[C@@H](O)[C@@H](O)[C@@H]1N2N=C(C(N)=O)N=C2
    • InChI=1S/C8H12N4O5/c9-6(16)7-10-2-12(11-7)8-5(15)4(14)3(1-13)17-8/h2-5,8,13-15H,1H2,(H2,9,16)/t3-,4-,5-,8-/m1/s1 checkY
    • Key:IWUCXVSUMQZMFG-AFCXAGJDSA-N checkY
      (verify)

    Ribavirin, juga disebut tribavirin, adalah obat antivirus yang digunakan untuk mengobati infeksi RSV, hepatitis C, dan demam hemoragik.[1] Untuk mengobati hepatitis C, obat ini digunakan bersamaan dengan obat-obatan lainnya, seperti simeprevir, sofosbuvir, peginterferon alfa-2b, atau peginterferon alfa-2a.[1] Sementara itu, demam hemoragik yang dapat ditangani dengan obat ini adalah demam Lassa, demam hemoragik Krimea-Kongo, dan infeksi Hantavirus, tetapi obat ini tidak dapat digunakan untuk mengobati ebola atau penyakit virus Marburg.

    Ribavirin dikonsumsi lewat mulut atau dihirup.[1] Efek samping yang dapat muncul adalah rasa lelah, sakit kepala, mual, demam, sakit otot, dan suasana hati yang buruk.[1] Efek samping serius yang dapat terjadi adalah anemia hemolitik, masalah hati, dan reaksi alergi.[1] Obat ini sebaiknya tidak diberikan kepada ibu hamil karena dapat membahayakan bayi.[1] Pengaturan kelahiran secara efektif disarankan untuk laki-laki dan perempuan selama tujuh bulan setelah penggunaan obat ini.[3]

    Ribavirin dipatenkan pada tahun 1971 dan penggunaannya secara medis disetujui pada tahun 1986.[4] Obat ini termasuk dalam Daftar Obat Esensial Organisasi Kesehatan Dunia.[5] Obat ini tersedia sebagai obat generik.[1] Namun, di Amerika Serikat, harga obat ini dapat melebihi $200.[6]

    Catatan kaki

    [sunting | sunting sumber]
    1. 1 2 3 4 5 6 7 8 "Ribavirin". The American Society of Health-System Pharmacists. Diarsipkan dari asli tanggal 20 December 2016. Diakses tanggal 8 December 2016.
    2. 1 2 3 4 5 "PRODUCT INFORMATION REBETOL® (RIBAVIRIN) CAPSULES". TGA eBusiness Services. Merck Sharp & Dohme (Australia) Pty Limited. 29 April 2013. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 16 August 2017. Diakses tanggal 23 February 2014.
    3. WHO Model Formulary 2008 (PDF). World Health Organization. 2009. hlm. 177. ISBN 9789241547659. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 13 December 2016. Diakses tanggal 8 December 2016.
    4. Fischer, Janos; Ganellin, C. Robin (2006). Analogue-based Drug Discovery (dalam bahasa Inggris). John Wiley & Sons. hlm. 504. ISBN 9783527607495. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-12-20.
    5. "WHO Model List of Essential Medicines (19th List)" (PDF). World Health Organization. April 2015. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 13 December 2016. Diakses tanggal 8 December 2016.
    6. Hamilton, Richart (2015). Tarascon Pocket Pharmacopoeia 2015 Deluxe Lab-Coat Edition. Jones & Bartlett Learning. hlm. 79. ISBN 9781284057560.