Rifampisin
Artikel ini memberikan informasi dasar tentang topik kesehatan. |
| Data klinis | |
|---|---|
| Pengucapan | /rɪˈfæmpəsɪn/ |
| Nama dagang | Merimac, Rifadin, Rifamtibi, lainnya |
| Nama lain | Templat:Infobox drug/localINNvariants |
| AHFS/Drugs.com | monograph |
| MedlinePlus | a682403 |
| License data | |
| Kategori kehamilan |
|
| Rute pemberian | oral, Infus |
| Kode ATC | |
| Status hukum | |
| Status hukum | |
| Data farmakokinetika | |
| Bioavailabilitas | 90 sampai 95% (melalui mulut) |
| Pengikatan protein | 80% |
| Metabolisme | Liver dan dinding usus |
| Waktu paruh eliminasi | 3–4 jam |
| Ekskresi | urin (~30%), tinja (60–65%) |
| Pengenal | |
| |
| Nomor CAS | |
| PubChem CID | |
| IUPHAR/BPS | |
| DrugBank | |
| ChemSpider | |
| UNII | |
| KEGG | |
| ChEBI | |
| ChEMBL | |
| NIAID ChemDB | |
| Ligan PDB | |
| CompTox Dashboard (EPA) | |
| ECHA InfoCard | 100.032.997 |
| Data sifat kimia dan fisik | |
| Rumus | C43H58N4O12 |
| Massa molar | 822.94 g/mol |
| Model 3D (JSmol) | |
| Titik leleh | 183 hingga 188 °C (361 hingga 370 °F) |
| Titik didih | 937 °C (1.719 °F) [1] |
| |
| |
| | |
Rifampisin, yang dikenal juga sebagai rifampin, adalah suatu antibiotik yang digunakan untuk mengobati beberapa jenis Bakteri patogen, termasuk di antaranya tuberkulosis, Mycobacterium avium complex, lepra, dan legionelosis.[2] Rifampisin hampir selalu digunakan bersamaan dengan antibiotik lain, kecuali ketika diberikan dalam pencegahan Haemophilus influenzae dan meningokokus pada orang yang telah terpapar kedua bakteri tersebut.[2] Sebelum dilakukan pengobatan jangka panjang terhadap seseorang, dianjurkan dilakukan penentuan enzim liver dan cacah darah.[2] Rifampisin dapat diberikan melalui oral maupun intravena (infus).[2]
Efek samping yang umum antara lain mual, muntah, diare, dan kehilangan nafsu makan.[2] Sering kali air seni, keringat, dan air mata berwarna merah atau jingga.[2] Dapat terjadi masalah pada liver atau reaksi alergi.[2] Rifampisin adalah bagian dari pengobatan tuberkulosis aktif yang direkomendasikan selama kehamilan, meskipun keamanannya selama masa kehamilan belum diketahui.[2] Rifampisin termasuk dalam antibiotik golongan rifamisin.[2] Ia bekerja dengan cara menghentikan produksi RNA oleh bakteri.[2]
Rifampisin ditemukan pada tahun 1965, dipasarkan di Italia pada tahun 1968, dan disetujui di Amerika Serikat pada tahun 1971.[3][4][5] Rifampisin terdaftar dalam Daftar Obat Esensial Organisasi Kesehatan Dunia, obat yang paling efektif dan aman yang diperlukan dalam sistem kesehatan.[6] Rifampisin tersedia sebagai obat generik.[2] Biaya grosir di negara berkembang adalah sekitar US $3,90 per bulan.[7] Di Amerika Serikat satu bulan perawatan adalah sekitar $120.[2][8] Rifampisin dibuat dari bakteri tanah Amycolatopsis rifamycinica.[5]
Penggunaan medis
[sunting | sunting sumber]Mikobakteria
[sunting | sunting sumber]Rifampisin digunakan untuk pengobatan tuberkulosis dalam bentuk kombinasi dengan antibiotik lain, seperti pirazinamida, isoniazid, dan etambutol.[9] Untuk pengobatan tuberkulosis, rifampisin perlu diminum setiap hari selama sekurang-kurangnya 6 bulan.[10] Terapi kombinasi digunakan untuk mencegah berkembangnya resistensi obat dan mempersingkat lamanya pengobatan.[11] Resistensi Mycobacterium tuberculosis terhadap rifampisin berkembang dengan cepat jika digunakan tanpa antibiotik lain, dengan perkiraan laju resistensi di laboratorium antara 10−7 hingga 10−10 per bakteri TBC per generasi.[12][13]
Rifampicin juga digunakan untuk mengobati infeksi mikobakteria non-TBC termasuk kusta (penyakit Hansen) dan Mycobacterium kansasii.[14]
Dalam terapi multi obat yang digunakan sebagai standar pengobatan penyakit Hansen, rifampisin selalu digunakan sebagai kombinasi dengan dapson dan clofazimine agar terhindar dari resistensi obat.
Kimia
[sunting | sunting sumber]Struktur
[sunting | sunting sumber]Rifampisin termasuk dalam kelompok senyawa kimia yang bernama gugus ansa.[15] Senyawa kimia golongan ini memiliki semacam sistem cincin aromatik yang bernama naphtokuinone.[15] Cincin tersebut terhubung dengan rantai karbon alifatik.[15]
Farmakologi
[sunting | sunting sumber]Mekanisme kerja
[sunting | sunting sumber]Rifampisin menghambat pertumbuhan bakteri dengan menghambat sintesis protein, terutama pada tahap transkripsi.[15] Rifampisin menghalangi pelekatan enzim RNA polimerase dengan berikatan dengan sisi aktif enzim tersebut.[15] Rifampisin tidak melekat pada enzim RNA polimerase milik mamalia, oleh karena itu, antibiotik ini relatif tidak toksik terhadap mamalia.[15]
Resistensi
[sunting | sunting sumber]Resistensi terhadap rifampisin dapat terjadi ketika mutasi spontan pada bakteri membuat enzim RNA polimerase bakteri tersebut kehilangan afinitas terhadap antibiotik tersebut.[15] Selain itu, resistensi terhadap rifampisin dapat dipengaruhi oleh keberadaan enzim yang me-nonaktifkan rifampisin dengan memindahkan molekul ADP-ribosil ke salah satu gugus hidroksil pada rantai karbon alifatik dalam antibiotik rifampisin.[15] Resistensi melalui enzim dapat tersebar melalui penyebaran horizontal lewat plasmid.[15]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ "Rifampicin (CAS 13292-46-1)". Santa Cruz Biotechnology Product Block. Santa Cruz Biotechnology. Diarsipkan dari asli tanggal 27 November 2014. Diakses tanggal 14 November 2014. ;
- 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 "Rifampin". The American Society of Health-System Pharmacists. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-09-07. Diakses tanggal Aug 1, 2015.
- ↑ Sensi P (1983). "History of the development of rifampin". Reviews of Infectious Diseases. 5 Suppl 3: S402–6. doi:10.1093/clinids/5.supplement_3.s402. JSTOR 4453138. PMID 6635432.
- ↑ Oxford Handbook of Infectious Diseases and Microbiology. OUP Oxford. 2009. hlm. 56. ISBN 978-0-19-103962-1. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-11-24.
- 1 2 McHugh, Timothy D. (2011). Tuberculosis: diagnosis and treatment. Wallingford, Oxfordshire: CAB International. hlm. 219. ISBN 978-1-84593-807-9.
- ↑ "WHO Model List of Essential Medicines (19th List)" (PDF). World Health Organization. April 2015. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 13 December 2016. Diakses tanggal 8 December 2016.
- ↑ "Rifampicin". International Drug Price Indicator Guide. Diakses tanggal 24 August 2015.
- ↑ Hamilton, Richard J. (2014). Tarascon pocket pharmacopoeia: 2014 deluxe lab-pocket edition (Edisi 15). Sudbury: Jones & Bartlett Learning. hlm. 39. ISBN 978-1-284-05399-9.
- ↑ Organization, World Health (2010). Treatment of tuberculosis: guidelines. ISBN 978-92-4-154783-3.
- ↑ Long, James W. (1991). Essential Guide to Prescription Drugs 1992. New York: HarperCollins Publishers. hlm. 925–929. ISBN 978-0-06-273090-9.
- ↑ Erlich, Henry; Doolittle, W Ford; Neuhoff, Volker (1973). Molecular Biology of Rifamycin. New York, NY: MSS Information Corporation. hlm. 44–45, 66–75, 124–130.
- ↑ Kesalahan pengutipan: Tanda
<ref>tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernamapmid25118103 - ↑ David HL (November 1970). "Probability distribution of drug-resistant mutants in unselected populations of Mycobacterium tuberculosis". Applied Microbiology. 20 (5): 810–4. PMC 377053. PMID 4991927.
- ↑ Chambers, Henry F; Gilbert, David N; Eliopoulos, Georges M; Saag, Michael S (2015). The Sanford Guide to Antimicrobial Therapy 2015. ISBN 978-1-930808-84-3.
- 1 2 3 4 5 6 7 8 9 (Inggris)Skold O. 2011. Antibiotics and Antibiotic Resistance. John Wiley & Sons. ISBN 978-1-118-07558-6.
- Artikel dengan pengenal DrugBank yang berubah
- ECHA InfoCard ID dari Wikidata
- Infobox-drug molecular-weight unexpected-character
- Drugboxes which contain changes to verified fields
- Drugboxes which contain changes to watched fields
- Antituberkulosis
- Nefrotoksin
- Antibiotik rifamisin
- Obat Esensial Nasional Indonesia
- Agonis NR1I2
- Pengimbas CYP1A2
- Pengimbas CYP3A4
- Senyawa 4-metilpiperazin-1-il
- Obat piatu
- Obat Esensial Organisasi Kesehatan Dunia
- Antileprotik