close
Zheng He 鄭和 Thung

Zheng He Thung (bef. 1371)

Born before in Kunyang, Yunnan, China
Died [date unknown] in Kozhikode, India

Biography

Zheng He, formerly romanized as Cheng Ho, was a Hui Chinese mariner, explorer, diplomat, and fleet admiral during China's early Ming dynasty. Wikipedia Born: 1371, Kunyang Subdistrict Died: Kozhikode, India Nationality: Chinese Parents: Ma Hajji Era: Ming dynasty Other names: Ma He, Sanbao

CERITA LAKSAMANA CHENG HO TERLENGKAP Sementara itu, hanya sedikit orang yang mengetahui, bahwa sebenarnya 71 tahun sebelumnya, yakni pada tahun 1421 M, Laksamana ChengHo telah memimpin sebuah armada besar dengan panjang armada mencapai 160 Meter. Armada besar ini dipimpin langsung oleh Laksamana Chengho dan dibantu oleh 3 panglima lainnya, yaitu : Hong Bao, Zhou Man dan Zhou Wen. Selama 28 tahun (1405 – 1433 M) ChengHo telah melakukan pelayaran muhibah ke berbagai penjuru dunia dengan memimpin kurang lebih 208 kapal berukuran besar, menengah, dan kecil yang disertai dengan kurang lebih 27.800 awak kapal.

Perjalanan Columbus tidak lepas dari misi Raja Ferdinand dan Ratu Isabela untuk ekspansi menguasai dunia. Salah satu hasil dari misi ini adalah penaklukan Granada, sebuah kerajaan Islam di wilayah Andalusia pada tahun 1492 M. Sementara misi pelayaran yang dilaksanakan oleh Laksamana Cheng Ho bukan untuk melaksanakan ekspansi, melainkan melaksanakan misi perdagangan, diplomatik, perdamaian, dan persahabatan. Misi ini jelas sangat berbeda dengan misi pengembaraan yang dilakukan oleh pelaut Barat seperti Cristopherus Colombus dan juga pelaut lainnya seperti Vasco da Gamma, atau pun Magelhaes.

Armada ChengHo ini telah berlayar mengelilingi dunia dan menjelajah Samudra Hindia, Afrika, Amerika Selatan, Antartika, Amerika Utara serta Australia. Chengho meninggalkan daratan Cina ketika atas perintah kaisar yang berkuasa saat itu, yaitu Kaisar Zhu dari dinasti Ming. Namun ketika Chengho kembali ke negerinya, ternyata pemerintahan telah berganti menjadi Kaisar Zhu Gaozi dan Zhu Zhanji. Dua kaisar ini ternyata berbeda prinsip dengan Kaisar Zhu yang ingin membuka akses dunia bagi Cina, Zhu Gaozi dan Zhu Zhanji malah kembali menutup akses dunia bagi Cina, bahkan semua dokumentasi perjalanan bersejarah yang telah dilakukan oleh Laksamana ChengHo dimusnahkannya.

Bukti-bukti kuat tentang perjalanan Laksamana ChengHo ini mulai dibuka ke publik pada tahun bulan Januari 2006. Adalah Gavin Menzies yang mencoba mengemukakan teorinya bahwa penemu awal dari benua Amerika sesungguhnya adalah Laksamana ChengHo dan bukannya Christopher Columbus. Untuk memaparkan teorinya ini Menzes menuliskannya dalam sebuah buku berjudul “1421: the Year China Discovered America”. Buku ini sebenarnya telah diterbitkan pertama kali pada tahun 2002, bahkan telah menjadi best seller, namun baru menjadi heboh setelah setelah pemerintah Cina sendiri ikut mempublikasikannya buku tersebut.

Apa yang dikemukakan Menzies tentu membuat kehebohan lantaran masyarakat dunia selama ini mengetahui bahwa Columbus-lah si penemu benua Amerika pada sekitar abad ke-15. Pernyataan Menzies ini dikuatkan dengan sejumlah bukti sejarah. Walaupun dokumentasi perjalanan ChengHo telah banyak yang dimusnahkan, tapi ternyata beberapa masih ada yang tercecer, termasuk salah satu peta perjalanan armada ChengHo. Adalah sebuah peta buatan masa sebelum Columbus memulai ekspedisinya lengkap dengan gambar benua Amerika serta sebuah peta astronomi milik ChengHo yang disodorkannya sebagai barang bukti itu. Menzies menjadi sangat yakin setelah meneliti akurasi benda-benda bersejarah itu.


Peta Ekpedisi ChengHo, jauh sebelum Columbus berlayar

Siapakah sesungguhnya Laksamana Chengho ? Nama yang satu ini ternyata tidak terlalu asing bagi sejarah Indonesia, walaupun tidak terlalu banyak buku sejarah yang menulis tentangnya. Dalam sejarah Indonesia, nama Laksamana ini dikenal pula dengan nama lain, yaitu : Laksamana Sam Po Kong, Zheng He, Sam Po Toa Lang, Sam Po Thay Jien, Sam Po Thay Kam, dan lain-lain.


Laksamana ChengHo

Laksamana Chengho ini berasal dari bangsa Hui, salah satu bangsa minoritas Tionghoa. Laksamana Cheng Ho adalah sosok bahariawan muslim Tionghoa yang tangguh dan berjasa besar terhadap pembauran, penyebaran, serta perkembangan Islam di Nusantara. Cheng Ho (1371 – 1435) adalah pria muslim keturunan Tionghoa, berasal dari propinsi Yunnan di Asia Barat Daya. Ia lahir dari keluarga muslim taat dan telah menjalankan ibadah haji yang dikenal dengan haji Ma.

Konon, pada usia sekitar 10 tahun Cheng Ho ditangkap oleh tentara Ming di Yunnan. Pangeran dari Yen, Chung Ti, tertarik melihat Cheng Ho kecil yang pintar, tampan, dan taat beribadah. Kemudian ia dijadikan anak asuh. Cheng Ho tumbuh menjadi pemuda pemberani dan brilian. Di kemudian hari ia memegang posisi penting sebagai Admiral Utama dalam angkatan perang.

Pada saat kaisar Cheung Tsu berkuasa, Cheng Ho diangkat menjadi admiral utama armada laut untuk memimpin ekspedisi pertama ke laut selatan pada tahun 1406. Sebagai admiral, Cheng Ho telah tujuh kali melakukan ekspedisi ke Asia Barat Daya dan Asia Tenggara.

Sebagai bahariawan besar sepanjang sejarah pelayaran dunia, kurang lebih selama 28 tahun telah tercipta 24 peta navigasi yang berisi peta mengenai geografi lautan. Selain itu, Cheng Ho sebagai muslim Tiong Hoa, berperan penting dalam menyebarkan agama Islam di Nusantara dan kawasan Asia Tenggara.

Sumber tulisan :

Diolah dari berbagai sumber diantaranya Majalah Percikan Iman No. 9 Tahun II September 2001, Wikipedia, Lintas Berita.


Silsilah lengkap Laksamana Cheng Ho:

Cheng Ho (Zheng He, Ma He, Ma Sanbao atau Haji Mahmud Shams 1371–1433) bin Mi-Li-Jin (Ma Ha Zhi ) bin Mi-Di-Na (Haji) bin Bai-Yan bin Na-Su-La-Ding bin Sau-Dian-Chi (Sayid Syamsuddin atau Sayid Ajall) bin Ma-Ha-Mu-Ke-Ma-Nai-Ding bin Ka-Ma-Ding-Yu-Su-Pu bin Su-Sha-Lu-Gu-Chong-Yue bin Sai-Yan-Su-Lai-Chong-Na bin Sou-Fei-Er (Sayid Syafi'i) bin An-Du-Er-Yi bin Zhe-Ma-Nai-Ding bin Cha-Fa-Er bin Wu-Ma-Er bin Wu-Ma-Nai-Ding bin Gu-Bu-Ding bin Ha-San bin Yi-Si-Ma-Xin bin Mu-Ba-Er-Sha bin Lu-Er-Ding bin Ya-Xin bin Mu-Lu-Ye-Mi bin She-Li-Ma bin Li-Sha-Shi bin E-Ha-Mo-De bin Ye-Ha-Ya bin E-Le-Ho-Sai-Ni bin Xie-Xin bin Yi-Si-Ma-Ai-Le bin Yi-Bu-Lai-Xi-Mo (Ali Zainal Abidin) bin Hou Sai-Ni (Sayidina Hussain) bin Sayyidatina Fatimah binti Rasulullah SAW.

  • kutipan dari buku "Ahlul Bait Rasulullah SAW & Kesultanan Melayu"

Dari silsilah ini diketahui bahwa Laksamana Cheng Ho memang seorang muslim keturunan Rasulullah SAW.

Moyang Laksamana Cheng Ho adalah Sayid Syamsuddin, putera Sultan Bukhara yang dikalahkan Ghenghiz Khan. Sayid Syamsuddin jadi tawanan di Peking (Beijing). Karena akhlaknya yang mulia, beliau bukan saja dibebaskan, tapi malah diangkat jadi Penolong Menteri di Yunnan.


-Rizal- note: rujuk buku Prof. Kong Yuan Zhi, "Muslim Tiong Hua Cheng Ho: Misteri Perjalanan Muhibbah di Nusantara".

Sources

Loading...

Is Zheng He 鄭和 your ancestor? Please don't go away!

Login (free, instant) to comment or collaborate with our community of genealogists to make Zheng He 鄭和 Thung's profile the best it can be. Thank you!

Photos of Zheng He 鄭和: 1

Amiral Zheng He or Cheng Ho
(1/1) Amiral Zheng He or Cheng Ho Zheng He Thung (bef.1371-).

Comments on Zheng He 鄭和 Thung: 1


Login to post a comment.

The following was sent via the private messaging system on WikiTree.com.

https://www.tionghoa.com/asal-usul-marga-zheng-%E9%83%91/

As far as I knew Zheng writing as in Hanzi is not Thung

Zheng writing in Fujian dialect and others further adapted within Indonesian dialect language pin yin would be like Chang /The/Tay / Tee etc.

Tks and regards.

LL

Manager's comment: Thanks for writing. I am sure you are correct. I did this profile a while ago and I cannot see, from my own notes, where I got the surname THung from. I have no longer the permissions to edit pre-1500 profiles, so I can’t change it, but I will put your text in the questions and hope that someone else will work on it. Once again, thank you Sue


WikiTree  >  T  >  Thung  >  Zheng He Thung This page has been accessed 971 times.