Peter Turkson
Peter Turkson | |
|---|---|
Turkson tahun 2017 | |
| Gereja | Gereja Katolik |
| Penunjukan | 4 April 2022 |
| Pendahulu | Marcelo Sánchez Sorondo |
| Jabatan lain | Kardinal Imam San Liborio (2003–) |
| Imamat | |
Tahbisan imam | 20 Juli 1975 oleh John Kodwo Amissah |
Tahbisan uskup | 27 Maret 1993 oleh Dominic Kodwo Andoh |
Pelantikan kardinal | 21 Oktober 2003 oleh Paus Yohanes Paulus II |
| Peringkat | Kardinal Imam |
| Informasi pribadi | |
| Nama lahir | Peter Kodwo Appiah Turkson |
| Lahir | 11 Oktober 1948 Wassaw Nsuta, Pantai Emas |
| Kewarganegaraan | Ghana |
| Denominasi | Katolik (Gereja Latin) |
Jabatan sebelumnya |
|
| Almamater |
|
| Semboyan | Vivere Christus est (Hidup adalah Kristus) |
| Lambang | |
| Gelar bangsawan untuk Peter Kodwo Appiah Turkson | |
|---|---|
| Gaya referensi | Yang Utama |
| Gaya penyebutan | Yang Paling Utama |
| Informal style | Kardinal |
Peter Kodwo Appiah Turkson (lahir 11 Oktober 1948) adalah seorang prelat Katolik Ghana yang telah menjadi kardinal sejak tahun 2003 dan telah menjabat sebagai rektor Akademi Kepausan untuk Ilmu Pengetahuan sejak tahun 2022.[1]
Ia menjabat sebagai presiden Dewan Kepausan untuk Keadilan dan Perdamaian dari tahun 2009 hingga 2017 dan prefek pertama dari Dikasteri untuk Mempromosikan Pembangunan Manusia Integral dari tahun 2017 hingga 2021.[2] Turkson sebelumnya menjabat sebagai Uskup Agung Keuskupan Agung Katolik Roma Cape Coast dari tahun 1992 hingga 2009, dan diangkat menjadi kardinal oleh Paus Yohanes Paulus II tahun 2003. Dia dipandang sebagai papabile, seorang kandidat yang kemungkinan besar akan terpilih menjadi Paus, baik selama konklaf 2013 yang memilih Paus Fransiskus, serta konklaf 2025, yang memilih Paus Leo XIV.
Kehidupan awal
[sunting | sunting sumber]Peter Turkson lahir di Ghana Barat dari ibu beragama Methodis dan ayah Katolik. Sebagai seorang pelajar di seminari, ia dikenal sebagai anak yang kontemplatif.
Ia mendapat dorongan kuat dari sang ibu agar belajar di seminari dengan bersungguh-sungguh untuk menjadi imam Katolik. Ia kemudian meneruskan studi di Seminari St Anthonyo on Hudson di Rensselaer, New York. Ia kemudian ditahbiskan menjadi imam Katolik pada tahun 1975.
Kembali ke Ghana, ia menjadi profesor di Seminari St Theresia. Ia mendedikasikan keahliannya di bidang pelayanan bagi umat Katolik di kawasan itu.
Pada 1992, ia terpilih menjadi Uskup Agung Cape Coast oleh Paus Yohanes Paulus II. Ia juga menjadi ketua dari konferensi para uskup Ghana dari 1997 sampai 2005.
Ia berperan menjadi penengah bagi perdamaian di Pantai Gading pada tanggal 2011.
Pada Desember 2021, Paus Fransiskus menerima pengunduran diri Kardinal Peter Turkson.
Sumber
[sunting | sunting sumber]- Kardinal Peter Turkson Calon Kuat Paus Baru Diarsipkan 2016-03-05 di Wayback Machine.
Pranala luar
[sunting | sunting sumber]