close
Lompat ke isi

Senyumku Tangisku

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Senyumku Tangisku
Poster rilis
Genre
BerdasarkanGempa bumi dan tsunami Samudera Hindia 2004
Senyummu adalah Tangisku (1980)
CeritaDono Indarto
SkenarioDono Indarto
Sutradara
  • Mukhta Dhond
  • Irawan Tanu
Pengarah kreatifShania Punjabi
Pemeran
Penggubah lagu temaChossy Pratama
Lagu tema pembuka"Senyumku, Tangisku" oleh Anggriani Susanti feat. Sherina Munaf
Lagu tema penutup"Senyumku, Tangisku" oleh Anggriani Susanti feat. Sherina Munaf
Penata musikIwang Modulus
Negara asalIndonesia
Bahasa asliBahasa Indonesia
Jml musim1
Jml episode13
Produksi
Produser eksekutifZainal Susanto
Produser
SinematograferTurpin Sihombing
EditorRizky Indrawan
Pengaturan kameraMulti-kamera
Durasi60 menit
Rumah produksiMD Entertainment
DistributorIndosiar Karya Media
Rilis asli
JaringanIndosiar
Rilis17 Mei (2006-05-17) 
9 Agustus 2006 (2006-8-9)

Senyumku Tangisku adalah serial televisi Indonesia produksi MD Entertainment yang ditayangkan perdana pada 17 Mei 2006 pukul 21.00 WIB di Indosiar. Serial ini disutradarai oleh Mukhta Dhond dan Irawan Tanu serta dibintangi oleh Desy Ratnasari, Primus Yustisio, dan Alexandra Gottardo.

Cerita serial ini berdasarkan kisah nyata memiliki latar waktu tahun 2004 bencana Gempa bumi dan tsunami Samudera Hindia 2004 di Banda Aceh, Aceh.


Serial ini adalah serial terakhir MD Entertainment di Indosiar bersamaan dengan serial FTV Doa lalu vakum sementara ,sebelum MD Entertainment kembali ke Indosiar dengan miniseri horor berjudul Ghost pada tahun 2007. dan MD Entertainment terus mau masuk sinetron ke Indosiar dari tahun 2007-2011

dan pada tahun 2011 MD Entertainment baru benar-benar mengakhiri kerjasamanya dengan PT Indosiar Karya Mediadengan sinetron terakhirnya Cahaya Cinta yang tayang pada tahun 2011 dan bergabung ke MNC Media pada tanggal 22 Agustus 2011.

Fahmi adalah nelayan muda yang memiliki kebaikan hati seluas samudera. Fahmi yang miskin jatuh cinta kepada Anissa, putri Syamsuddin, saudagar kaya di desa nelayan. Cinta berbalas, dan akhirnya mereka menikah di bawah tentangan Syamsuddin. Pernikahan mereka ikut menorehkan dendam di hati Nurdin, pemuda yang sejak dulu mengagumi Anissa. Nurdin terus berusaha memorak-porandakan rumah tangga keduanya.

Sampai suatu ketika datang badai tsunami yang memorak-porandakan kehidupan dan memisahkan mereka. Tak hanya itu, Anissa kehilangan anak mereka dan hidupnya menjadi kesepian. Anissa tak lantas menangisi nasibnya. Ia berjuang keras mencari suami dan anak mereka.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]