Magnifica Humanitas
Magnifica humanitas ("Kemanusiaan yang Agung") adalah surat pekeliling pertama terbitan Paus Leo XIV pada 25 Mei 2026 yang membincangkan "pelestarian martabat manusia" semeluasnya kepenggunaan kecerdasan buatan sekaligus menerangkan pendiriannya selaku ketua Gereja Katolik terhadap teknologi ini.[1][2] Leo XIV memilih menyampaikan pekelilingan ini secara terus langsung[3] tidak seperti kebanyakan paus-paus sebelumnya yang menyerahkan penuh tugas pembincangan surat-surat pekeliling kepada para kardinal. Pembentangan surat dihadiri seberapa pakar dalam bidang kecerdasan buatan termasuk Chris Olah pendiri bersama syarikat Anthropic.[3]
Latar belakang
[sunting | sunting sumber]Sejak awal masa kepausannya, Paus Leo XIV telah menegaskan bahawa kebangkitan kecerdasan buatan adalah sebuah kekhuatiran besar. Ensikliknya ini didasarkan surat pekeliling Rerum novarum dimasyhurkan Paus Leo XIII menyentuh perubahan mendadak masyarakat akibat pengindustrian pada tahun 1891 iaitu genap 135 tahun pada 2026;[4]:ayat 3 paus itu sendiri asal nama pilihan Kardinal Robert Prevost saat dilantik menjadi paus baharu.
Pada awal bulan, Paus Leo meluluskan penubuhan suatu Suruhanjaya Antarajabatan Kecerdasan Buatan terdiri dari tujuh jabatan dalam Kuria Rom:
- Dikasteri Mempromosikan Pembangunan Manusia Sepadu,
- Dikasteri Ajaran Iman,
- Dikasteri Kebudayaan dan Pendidikan
- Dikasteri Komunikasi,
- Akademi Kepausan Kehidupan
- Akademi Kepausan Ilmu Pengetahuan
- Akademi Kepausan Ilmu Masyarakat
Suruhanjaya tersebut akan "menyaranakan kerjasama dan pertukaran maklumat sesama anggota kelompok mengenai kegiatan dan kerja-kerja raya menyentuh kecerdasan buatan termasuk dasar kewajaran penggunaan KB dalam Takhta Suci, sambil mempromosikan dialog, persekutuan, dan pelibatan ramai".[5]
Pendiri bersama syarikat Anthropic Chris Olah diundang membincangkan pembentangan surat pekeliling Leo pada tanggal 25 Mei 2026. Olah memuji peranan pihak Vatikan memberikan teguran dalam "berpengetahuan" dan awal dari "kerjasama panjang antara kita yang membangunkan [jurusan kecerdasan buatan] dan [pihak] yang dapat melihat apa yang tidak dapat kita lihat dari dalam".[6] Para ahli lain yang berbicara pada pembentangan tersebut bersama Leo XIV adalah Profesor Anna Rowlands, Kardinal Víctor Manuel Fernández, Kardinal Michael Czerny SJ, dan Profesor Léocadie Lushombo.[7]
Isi
[sunting | sunting sumber]Surat pekeliling menyentuh "melestarikan martabat manusia pada zaman kecerdasan buatan".[8] Surat tersebut secara khusus mengutuk penggunaan kecerdasan buatan dalam peperangan, menyatakan bahawa mengurangi kendali manusia atas persenjataan membuat membenarkan perang menjadi lebih sulit.[3] Leo menulis bahawa "Teori 'perang adil' yang terlalu sering digunakan untuk membenarkan segala jenis perang, kini sudah usang." Ia juga menegah keras pembangunan senjata berpandukan AI dan mengkritik penggunaan palsuan wajah dalam tujuan perbincangan politik.[3] Leo menulis dalam Magnifica humanitas bahawa teknologi tidak pernah berkecuali dengan alasan bahawa umat manusia dipaksa memilih antara "membangun Babel [yakni memecah-belah manusia]" atau "membangun kembali Yerusalem [yakni mendirikan sebaik-baik masyarakat di bumi]" antara kekuasaan yang terpencil dan penuh kesombongan serta masyarakat yang berpusat pada manusia.[9][10] Surat ini juga menyampaikan pengakuan penuh kesal Gereja Katolik membenarkan perdagangan hamba abdi menekankan isi kandungan In plurimis oleh Paus Leo XIII menempelak perhambaan sedunia pada abad ke-19.[3][11]
Analisis
[sunting | sunting sumber]Akhbar Wall Street Journal mengulas penerbitan ini "teks yang menggambarkan penuh pendekatan jawatan kepausan Leo", malah telah "lama ditunggu-tunggu" sebagai ajaran moral yang bermanfaat bagi para penggubal dasar dan kelompok guru agama.[10] Akhbar New York Times menganalisis teks tersebut sebagai penunjukkan berpincangan antara agama-agama tradisional melawan pihak yang mendokong keras perkembangan mendadak kecerdasan buatan di Lembah Silikon seakan menyampaikan ajaran agama sendiri.[12] Para wartawan BBC mengulasnya sebagai "pesanan tegas dan langsung kepada mereka yang berkuasa tentang tanggungjawab mereka dalam mengekang 'ancaman' yang ditimbulkannya".[3]
Sally Scholz wartawan National Catholic Reporter memuji tumpuan dokumen tersebut terhadap kesetiakawanan mengatakan bahawa hal itu "mewujudkan ajaran utuh secara indah".[13] Di sisi lain pula, Matthew Walther, seorang penulis Katolik dan pengkritik AI menyebut karya tersebut "terlalu berhati-hati sehingga mengecewakan".[14]
Rujukan
[sunting | sunting sumber]- ↑ "Pope Leo XIV's first encyclical Magnifica humanitas to be published May 25". Vatican News. Sekretariat Komunikasi Takhta Suci. 18 May 2026. Dicapai pada 18 May 2026.
- ↑ "Information for journalists". Pejabat Akhbar Takhta Suci. 18 May 2026. Dicapai pada 20 May 2026.
- 1 2 3 4 5 6 Aleem Maqbool; Catherine Wyatt (25 May 2026). "Pope Leo says AI must be 'disarmed' in first major teaching". BBC News. BBC. Dicapai pada 25 May 2026.
- ↑ Pope Leo XIV (25 May 2026). "Magnifica humanitas".
- ↑ "Pope approves creation of Interdicasterial Commission on Artificial Intelligence". Vatican News. Sekretariat Komunikasi Takhta Suci. 2026-05-16. Dicapai pada 2026-05-26.
- ↑ Olah, Chris (25 May 2026). "Anthropic co-founder Chris Olah's remarks on Pope Leo XIV's encyclical "Magnifica humanitas"". Anthropic.
- ↑ Lubov, Deborah Castellano (25 May 202). "Anna Rowlands: Pope Leo's 'Magnifica humanitas' will have enduring impact". Vatican News (dalam bahasa Inggeris). Sekretariat Komunikasi Takhta Suci. Dicapai pada 26 May 2026.
- ↑ "Pope Leo Warns of Risks From A.I. in 42,300-Word Encyclical", nytimes.com, US, 2026-05-25
- ↑ Brockhaus, Hannah (2026-05-25). "'Magnifica Humanitas': Pope Leo Invokes Justice to Combat 'Anti-Human Vision' in AI". National Catholic Reporter (dalam bahasa Inggeris). Dicapai pada 2026-05-25.
- 1 2 Schechner, Sam; Stancati, Margherita (2026-05-25). "Pope Leo Compares AI Threat to Biblical 'Tower of Babel'". The Wall Street Journal (dalam bahasa Inggeris). Dicapai pada 2026-05-25.
- ↑ "Pope Leo apologises for Church's historic role in slavery". Reuters. May 25, 2026. Dicapai pada May 27, 2026.
- ↑ Streitfeld, David (2026-05-25). "As A.I. Fever Rises in Silicon Valley, Pope Leo Has a Few Words". The New York Times (dalam bahasa Inggeris). ISSN 0362-4331. Dicapai pada 2026-05-25.
- ↑ Scholz, Sally J. "With focus on solidarity, Leo's encyclical is a ripening of Catholic social doctrine". National Catholic Reporter (dalam bahasa Inggeris). Dicapai pada 2026-05-27.
- ↑ Walther, Matthew (2026-05-26). "Pope Leo's Encyclical on A.I. Is Disappointingly Mild". Opinion. The New York Times (dalam bahasa Inggeris). ISSN 0362-4331. Dicapai pada 2026-05-27.
Pautan luar
[sunting | sunting sumber]- (Inggeris) Teks lengkap Magnifica Humanitas dalam bahasa Inggeris
- Terjemahan teks Magnifica Humanitas dalam bahasa baku Indonesia