Jogja TV
| Jogja TV | |
|---|---|
Logo sejak September 2022 | |
| Jenis | Jaringan televisi lokal |
| Negara | |
| Wilayah siaran | Nasional |
| Jaringan | Indonesia Network O Channel (2006-2011) MNC Business (2011-2012) Tempo TV (20??-20??) ANTARATV (20??-sekarang) |
| Kantor pusat | Jl. Wonosari Km 9, Sendang Tirto-Berbah, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta |
| Slogan | Tradisi Tiada Henti |
| Bahasa | Bahasa Indonesia Bahasa Jawa |
| Pemilik | Kelompok Media Bali Post |
| Saluran seinduk | Bali TV Surabaya TV Aceh TV Sriwijaya TV Bandung TV Semarang TV |
| Diluncurkan | 17 September 2004 |
Ketersediaan | |
| Terestrial | |
| Sleman | 35 UHF (digital, multipleksing tvOne Yogyakarta) |
| www | |
PT Yogyakarta Tugu Televisi (Jogja TV) adalah sebuah stasiun televisi lokal di Kota Yogyakarta, Indonesia. Jogja TV dimiliki oleh PT Yogyakarta Tugu Televisi dan merupakan stasiun televisi swasta pertama di Yogyakarta. Stasiun televisi ini merupakan anggota jaringan Indonesia Network.
Sejarah
[sunting | sunting sumber]Jogja TV mengudara pertama kali dan diresmikan oleh Sri Sultan HB X pada tanggal 17 September 2004 di Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dengan jangkauan wilayah Yogyakarta dan sekitarnya (Sleman, Bantul/Parangtritis, Wonosari, Wates, Purworejo, Klaten, Magelang, Muntilan, Wonogiri, Solo). Visi dan Misi Jogja TV diantaranya adalah menjadi etalase kearifan lokal budaya Nusantara dan menjadi televisi yang mengaplikasikan teknologi tanpa mengesampingkan tradisi adiluhung, sehingga dapat mendorong peningkatan sektor pendidikan, perekonomian serta pariwisata Yogyakarta dan sekitarnya. [1]
Latar belakangnya, menayangkan program informasi, hiburan, budaya dan gaya hidup dijadikan stasiun televisi lokal pertama di kota Yogyakarta (termasuk kota Sleman). Jogja TV yang dimiliki oleh Kelompok Media Bali Post dan telah afiliasi secara otomatis oleh Indonesia Network saudaranya Bali TV. Agar suasana menarik, Jogja TV menyaksikan pertunjukan wayang dalam judul yang sama ditayangkan secara dihitung menampilkan oleh seorang dalang, sinden dan instrumental musik tradisi khas Yogyakarta terkait dengan Jawa Tengah Jawa Timur.
Jogja TV sempat mulai siaran afiliasi tersebut adalah O Channel mengudara sebanyak 5 tahun dan selanjutnya MNC Business, saluran televisi berita bisnis pertama di Indonesia sekaligus pemilik oleh MNC Channels hingga 1 tahun hingga saat ini ditiadakan.
Stasiun televisi lokal yang pertama hingga satu tahun kemudian, Jogja TV meliputi program perayaan ulang tahunnya sesuai permintaan tema yang menarik dan megah memiliki satu konser spesial yang sering dimeriahkan oleh artis-artis lokal dan jumlah penonton lebih maksimal hingga kini.
Kemudian, Jogja TV telah afiliasi dikembalikan oleh Tempo TV berapa menayangkan acara berita dan talk show tapi selanjutnya, afiliasi ini digantikan oleh Antara TV setelah melebur oleh televisi lokal lainnya (seperti Bali TV).
Jogja TV dapat bisa dilihat siaran analog di kanal 48 UHF selanjutnya Jogja TV akan menambahkan siaran digital kanal 35 UHF.
Identitas
[sunting | sunting sumber]Logo utama
[sunting | sunting sumber]- Logo pertama Jogja TV (2003-2011)
- Logo kedua Jogja TV (2011-2022)
Slogan utama
[sunting | sunting sumber]- Tradisi Tanpa Henti (sejak 2004 hingga sekarang)
Slogan spesial HUT
[sunting | sunting sumber]- I8timewa (8 Tahun Jogja TV)
- Gumolong Nyawiji (12 Tahun Jogja TV)
- Gumregah Manunggal Sedya (14 Tahun Jogja TV)
- Terp17ak (17 Tahun Jogja TV)
Slogan spesial Ramadhan
[sunting | sunting sumber]- Ramadhan Bersyukur (2023)
Program unggulan
[sunting | sunting sumber]- Seputar Jogja
- Seputar Jogja Jalan-Jalan
- Pawartos Ngayogyakarta
- Jogja Tourist Channel
- Inyonge Ngevlog
- Wayang
- Bincang Hari Ini
- Jogjanesia
- Jogja Menyapa
- Kopi Joss
- Langenswara Karokowe
- Jogjo Aspriasi
Penyiar
[sunting | sunting sumber]- Denta Aditya
- Ari Sulistyo
- Amalia Miftah
- Viecintia Rina
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Khalisma, Mustofa Nur (2018). "PREFERENSI KONSUMEN PADA STASIUN JOGJA TV". Jurnal Manajemen Bisnis Indonesia (JMBI). 7 (4): 400–405.