close
Lompat ke isi

Biksatana

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Biksatana
Dewa petapa-pengelana
Genderpria
AfiliasiSiwa
SenjataTrisula
Pemujaan
KepercayaanHindu India
AliranSaiwa
DaerahIndia Selatan
Keluarga
IstriParwati

Biksatana (Dewanagari: भिक्षाटन; ,IAST: Bhikṣāṭana,; arti: "Berkelana mancari sedekah" atau "Petapa berkelana")[1] atau Biksatanamurti (Dewanagari: भिक्षाटनमूर्ति; ,IAST: Bhikṣāṭanamūrti, भिक्षाटनमूर्ति) adalah salah satu dewa dalam agama Hindu yang merupakan aspek dari Dewa Siwa sebagai "Petapa Ulung"[2] atau "Pengelana Ulung".[3] Bikstana digambarkan sebagai pria telanjang berlengan empat dengan aneka aksesori, membawa mangkuk sedekah, diiringi oleh siluman kecil.

Biksatana dianggap sebagai wujud yang lembut daripada Bairawa (aspek menyeramkan dari Siwa) dan merupakan fase lembut di antara dua kemunculan aspek menyeramkan Siwa: pertama saat memenggal salah satu kepala Brahma, yang kedua saat membunuh penjaga gerbang kediaman Wisnu.[4] Biksatana adalah wujud Siwa saat dia berupaya menebus dosa karena telah memenggal satu kepala Brahma. Dia berkelana keliling dunia dalam wujud petapa Kapalika, meminta-minta sedekah dengan cawan tengkorak yang terbuat dari kepala Brahma, sampai dosanya diampuni setelah tiba di kota suci Varanasi.

Dalam suatu legenda dikisahkan bahwa Biksatana mengunjungi hutan pinus untuk melenyapkan kebodohan para petapa dan membimbing mereka menuju pengetahuan sejati. Saat dia tiba, dia memikat para istri petapa yang hendak memberinya sedekah. Takut akan penampilan dan tingkah laku Biksatana yang tak lazim, para petapa terlibat dalam konfrontasi panjang dengannya. Pada akhirnya Biksatana menang dan mengajarkan pemujaan terhadap lingga, simbol dirinya. Dalam suatu versi dikisahkan Biksatana berubah wujud menjadi Nataraja (Siwa sebagai penari semesta).

Biksatana merupakan ikon populer di India Selatan, berbanding terbalik dengan umat Saiwa di India Utara yang kurang memuja dirinya. Meskipun Biksatana tidak memiliki kuil khusus untuk dipuja sebagai dewa utama, tetapi arca dirinya diukir pada dinding-dinding kuil dan dipuja sebagai dewa tambahan. Arca perunggu dirinya juga diusung saat prosesi festival hampir di setiap kuil besar Saiwa di Tamil Nadu. Banyak gita puja berbahasa Tamil tentang pengembaraan dirinya.

Catatan kaki

[sunting | sunting sumber]
  1. Monier-Williams (2008) [1899]. Monier Williams Sanskrit-English Dictionary. Universität zu Köln. hlm. 756. Diarsipkan dari asli tanggal 18 October 2019. Diakses tanggal 29 May 2021.
  2. Kramrisch p. 155
  3. Kramrisch p. 287
  4. von Stietencron p. 105

Daftar pustaka

[sunting | sunting sumber]

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]
  • Media terkait Biksatana di Wikimedia Commons